Saya suka ngeblog karena…
1. Dengan ngeblog saya bisa menuangkan pemikiran dan unek-unek yang ada di kepala saya.
2. Dengan ngeblog saya bisa berlatih menulis lagi dan lagi… karena pengulangan adalah induk dari kesempurnaan.
3. Dengan ngeblog maka saya bisa mendatangkan banyak kunjungan ke blog saya yang pada akhirnya bisa saya alokasikan ke website-website saya yang lain. (Blog ini menghasilkan 500 kunjungan per hari saat ini).
4. Dengan ngeblog saya bisa berbagi dengan sebanyak mungkin orang sekaligus.
5. Dengan ngeblog saya akan dikenal oleh sebanyak mungkin orang sekaligus.
(Ada minimal 15.000 orang dalam sebulan yang mengunjungi blog ini).
6. Dengan ngeblog saya bisa mengasah kemampuan berpikir saya sehingga saya bisa menjadi semakin baik dalam menuangkan ide-ide saya, dan ini keahlian yang tak ternilai harganya.
7. Dengan ngeblog saya mempunyai banyak teman.
8. Dengan ngeblog saya akan selalu mempunyai kesempatan untuk menjadi kreatif dan terus berpikir.
9. Dengan ngeblog saya akan mendapatkan banyak ide produk yang diinginkan banyak orang di bidang saya, dan itu adalah informasi yang sangat MAHAL harganya di bisnis online.
10. Dengan ngeblog saya bisa belajar menjadi jenius. Karena saya harus banyak membaca dan berusaha menuliskannya sesingkat dan sejelas mungkin setiap kalinya.
Bagaimana dengan anda? apa yang blog dapat lakukan untuk hidup dan bisnis anda? Bagikanlah pendapat anda dibawah! Terima kasih!





Berkat ngeblog saya jadi punya banyak teman dan sahabat, salah satunya Pak Kusuma tuh.
Dari ngeblog saya juga bisa belajar banyak, belajar untuk tidak mudah menyerah, belajar berbagi, belajar membuka diri, belajar berkomentar, dsb.
Happy blogging…
Yusi benar, dengan ngeblog dan blogwalking ternyata teman bisa menjadi sahabat, dan saling mengenal dan memotivasi dan memberi semangat postingan masing-masing, tul kan Yus?
Saya aja, dalam 3 hari ini sudah kenal Yusi, Ardy, Djoko, Liz, dll dari blog ini. Soalnya mereka suka kasih comment dan blog mereka juga heboh. Jangan sampai ketinggalan okay.
Dahsyat!
Dengan ngeblog sebenarnya kita melatih kemampuan otak kita agar tidak cepet pikun. Kalau tidak punya blog kita akan kesulitan menyampaikan buah pikiran. Dalam arti bila buah pikiran kita ingin dipublikasikan tentunya harus melalui media, misalnya surat khabar, pamplet yang nota bene belum tentu dimuat. Ini menyangkut kebijakan redaksional, apakah tulisan kita layak dimuat atau tidak, Nah?
Kalau kita punya blog baik gratis atau berbayar, buah pikiran yang ingin kita sampaikan saat itu juga langsung bisa kita publikasikan tanpa suntingan redaksional. Kita sendiri yang menjadi Editor In Chief. Dengan menulis menuangkan gagasan pikiran baik bertujuan komersial atau tidak tulisan kita akan dibaca oleh pengunjung yang bertamu ke blog kita. Inilah peranan teknologi komunikasi khususnya Internet yang menjembatani komunitas bloger.
Dengan ngeblog sebenarnya kita menyalurkan hobi yang terpendam yaitu menulis.Menulis bisa menyehatkan pikiran. Kuncinya apa kita mau melawan kemalasan dalam menulis yang selalu muncul dalam pikiran kita atau tidak? Tak ada salahnya yang bisa menjawab hanyalah kita sendiri.Malas atau tidak. Silakan pilih….
Penjelasan yang LUAR BIASA mas Djoko, benar sekali semua yang ditulis sama mas, bahkan mas menjelaskan dengan perbandingan enaknya ngeblog karena dapat publisitas langsung dibandingkan bila harus dikirim ke surat kabar atau media lain yang belum tentu diterima.
Sedangkan dengan ngeblog siapa saja bisa mempublikasikan dirinya sendiri, pasti dimuat dan dengan latihan akan menjadi semakin bagus dan terkenal.
Saya senang dengan sebutan: “Editor In Chief”, wow… Yah benar mas, tulisan kita akan dibaca oleh pengunjung yang bertamu… tinggal bawa banyak tamu yah mas. Bila komersial yah kita bisa menghasilkan penjualan sebagai efeknya, bila tidak just still okay. For fun and hobby.
Hem hobi terpendam, betapa benarnya mas, itu memang hobi terpendam saya, saya ingat sekarang sejak SMA saya memang suka surat-suratan dengan sahabat pena dari Jepang dan Indonesia. Hem. sekarang saya mengerti kenapa saya suka ngeblog.
Wow.. benar mas menyehatkan pikiran, ini dia, karena kebanyakan dirumah menjalankan bisnis online kadang juga nggak gitu sehat, jadi ngeblog salah satu solusinya.
Jangan malas! Jika memang hobi teman-teman, harusnya bisa melawan rasa malas seperti yang saya lakukan, sekali ngepost bisa lebih dari 5.
Begitu juga mas Djoko yang rajin sekali ngepost di blognya yang sangat bagus.
Saya ada buat review mengenai blog mas Loh. Nantikan saja peluncurannya.
Jauh sebelum Mas Kusumo lahir, barangkali saya sudah melakukan korespondensi dengan Radio Nederland Wereldoemroep Hilversum Belanda suara Jerman Deutsche Welle, VOA siaran bahasa Indonesia bahkan BBC London. Saya memang mendengarkan siaran radio gelombang pendek itu memakai pesawat philip kuno tabung mata kucing voltase listrik 110 volt tapi penerimaan siaran itu begitu bersih penerimaan di kampung halaman saya di Solo. Radio itu milik kakek saya almarhum. Peristiwa itu terjadi di tahun 1969 hingga tahun 1975. Saya sering mendapatkan kiriman buku pelajaran English For You dari Radio Australia 8 jilid sekaligus termasuk Bahasa Inggris dari BBC London. Suara Jerman mengirimkan kepada pendengarnya buku pelajaran Bahasa Jerman, Radio Nederland dengan Pelajaran Bahasa Belanda yang transkip siarannya diudarakan RRI Semarang. Ya itu berkat korespondensi memakai surat ke Radio itu. Jaman itu belum ada fax apalagi internet, tapi jasa poslah yang menjembatani koresponden itu. Lalu muncul siaran televisi di Indonesia. Saat Neil Amstrong mendaratkan kakinya di bulan tahun 1969 saya nonton siaran langsung televisi hitam putih TVRI melalui pesawat televisi milik tetangga saudagar batik sebelah rumah. Dengan kemulan sarung bersama teman-teman sekampung tiap malam minggu nonton film cerita akhir pekan. Film televisi akhir pekan selalu ditunggu-tunggu kehadirannya.
Beberapa penyiar BBC London ketika kembali ke Jakarta lalu bergabung dengan TVRI menjadi penyiar berita. Memang koresponden merupakan komunikasi 2 arah yang saat itu menggunakan pos dan sekarang ini mengunakan internet, telepon, video conference, fax dan satelit. Loncatan di bidang teknologi komunikasi inilah yang memungkinkan terhubungnya manusia di belahan bumi untuk menyatu dalam satu masyarakat global yang meniadakan jarak dan waktu.
Wow… kayaknya bapak relate sekali dengan saya.
Saya ingat benar bagaimana jaman-jaman saya SMA dulu saya senangnya bukan main bila saya bisa berkirim surat ke Radio BBC, atau bahkan Radio German, bahkan saya dibalas oleh Radio German dengan dikasih foto kesebelasan German Barat yang menang Juara Dunia saat itu.
Kemudian saya juga sering mendengarkan radio NHK, nah disanalah saya tahu kalau saya bisa mempunyai banyak sahabat pena dari Jepang. Dan berakibat saya mempunyai dua buah sahabat yang manis-manis.
Waduh mas… saya pengen banget waktu itu bisa belajar bahasa Inggris dari Radio BBC, bahkan sering banget pagi-pagi bangun dan mengikuti siaran bahasa Inggrisnya.
Apalagi kalau sampai dapat buku English For You itu mas… walah bisa kelepek-kelepek kesenengan saya mas.
Benar sekali, jaman itu semuanya pakai surat-suratan, bahkan di jaman saya SMA mas, masih surat-suratan. Nggak tahu sekarang yah, di Lumajang, apakah mereka masih-masing surat-suratan atau sudah email-emailan.
Bentar tak nyapa sek, Yukiko, where are you? If your read this, then this is me, say hi to you!
Wadow saya ingat mas, saya juga suka nonton TVRI, waktu masih ada cerita Laura Angels, dan The Little Prairie, Kemudian jaman film Raksasa yang gede-gede banget. Hahaha…
Kemulan sarung uenak itu mas, sama teman-teman, wih, kampung banget yah mas… itulah asyiknya jaman dulu yah, kalau kita lihat jamannya Koes Plus, wah seru, apalagi jamannya Widyawati dll.
romantis banget yah mas… sekalipun pacarannya naik sepeda ontel.
Gimana rasanya yah jaman dulu….
Pasti nggak bisa dibandingkan dengan jaman sekarang asyiknya.
Maksud mas BBC london sudah nggak mengudara kah?
Benar sekali mas, terhubungnya manusia kayak saya dan anda yah mas, Btw, anda ada dimana ini mas… kok rasanya dekat sekali sebelah rumah saya, soalnya hampir tiap malam ketemuan di email.
Sama tetangga aja nggak tiap hari nyapa.
BBC masih tetap mengudara sampai saat ini. Saat itu ketika penyiar RRI Jakarta yang dikirim ke BBC selesai masa kontraknya lalu balik ke Indonesia. Lalu bergabung dengan TVRI menjadi pembaca berita.
Ya Mas Kusumo secara fisik memang kita dipisahkan oleh jarak dan perbedaan waktu tetapi secara ENERGI kita menyatu. Nah kalau mau bukti saya tunggu malam hari WIB jam 22 s/d 22.30 atau kalau keburu ngantuk saya tunggu jam 21 s/d 21.30 WITENG. Silakan pilih. Jadi Mas Kusumo tidak ngantuk. Mudah-mudahan setelah saya REIKI lalu mimpi indah bisnis online tahun 2009 tambah mantap…markotop.
O ya sampaikan salam saya untuk tetangga Mas Kusumo yang pernah mengeluh tentang blog sepi kunjungan supaya mendengarkan lagunya Koes Plus Pop Dangdut volume 1 JANGAN PUTUS ASA.
Semoga lirik lagu itu bisa menggugah semangat agar tidak pantang menyerah berbuat sesuatu dalam hidup ini.Atau lagu SURABAYA hit Dara Puspita yang bersamaan muncul dengan Koes Bersaudara.
Kalau Widyawati sih sebelum jadi bintang film pernah di trio Visca sebagai penyanyi.
Hai Mas Djoko,
Thanks sharingnya yang selalu semangat dan bermanfaat. Memang jika kita dipercaya banyak pengalaman hidup, lalu kita bagikan, maka itu dapat menjadi sebuah cerita yang menarik bagi orang lain yah pak.
Yah pak, untuk teman saya, saya akan salamkan salam saya, supaya dia lebih semangat dan lebih hidup, apalagi dia masih sangat muda, baru 21 tahun. Tentunya jika dia mau terus berusaha… ada masa depan yang cerah kedepan.
Apalagi waktu SMA, nilai ujian matematika-nya saja 10 pak, dahsyat kan.