Loh Kok Malah Dibaca?

Piye toh ini! :)

Hehehe… apa namanya? “anti marketing kah?”

Yang jelas saya pelajari di berbagai buku bahwa orang akan semakin terdorong melakukan sesuatu jika kita mengatakannya dengan kata “jangan”.

Karena secara alami otak kita malah terdorong melakukan sesuatu yang justru dilarang. Karena otak kita tidak meresponse kata tidak atau jangan.

Jadi jika misalnya mobil kita sedang ada di pinggir trotoar, lalu kemudian kita mengatakan dalam hati: “Jangan kena” jangan kena jangan kena. Maka kecenderungannya malah kena.

Jangan ngompol yah nak, eh malah ngompol.

Bapak jangan inget-inget sama si Tuti terus yah! Awas yah!

Eh malah wajah Tuti yang nongol di kepala bapak! :)

Jadi, daripada mengingatkan mereka ke hal yang kita tidak ingin mereka fokuskan, ingatkan saja sesuatu yang mereka perlu fokuskan.

Misalnya: Adik Pinter deh, sekarang sudah besar, bisa pipis sendiri di belakang. Atau, bapak, aku sayang banget deh sama bapak. :) maka di kepala bapak akan teringat ingat si Ibu, bukannya si Tuti. :)

Jadi, jangan baca postingan ini yah!

Lohh kok malah dibaca sampai habis! :)