Beberapa saat yang lalu… saya asyik belajar mengenai franchise dan juga investasi properti, yang hampir pada saat yang bersamaan.
Awalnya, kakak perempuan saya membeli bukunya Joe Hartanto, Properti Cash Machine. Nah kemudian karena sudah dibaca, dan saya suka banget baca buku, maka saya tertarik dan saya baca juga.
Sebelumnya memang sudah pernah beli dan baca bukunya Dolf De Roos, yang juga membahas mengenai hebatnya investasi properti. Setelah baca buku Joe dan kemudian buku Dolf lagi… maka tampak kemudian apa missing linknya, dan bagaimana penerapannya di Indonesia.
Alhasil saya menjadi semakin mengerti mengenai hebatnya investasi properti sebagai alternatif investasi yang aman, lebih pasti, resiko yang hampir tidak ada, dan harganya yang hampir selalu naik. Weleh…
Saya pernah mengalami dua kali kerugian saat berinvestasi di paper asset. Satunya saham dan satunya forex.
. Saya tidak bermaksud menyalahkan industri itu, karena saya yakin beberapa teman disini juga pernah atau masih trading saham atau forex. Hanya jika saya boleh mengulang… maka saya akan lebih memilih investasi di bidang properti saja… karena selain lebih cenderung naik, ternyata membeli properti bisa disiasati supaya tanpa DP dan masih mendapatkan uang setiap bulan.
Jika anda pikir ini mustahil maka silahkan lihat teman saya: Beli Rumah atau membeli buku Joe: Properti Cash Machine.
Setelah membaca berulang-ulang, saya mulai nanya-nanya di sekitar saya… di denpasar mengenai potensi dari properti… dan memang semua setuju bahwa properti memang sangat bagus sebagai kendaraan investasi. Bahkan di keluarga saya sendiri ternyata sudah ada beberapa orang yang mempunyai banyak tanah atau properti.
Dan memang mereka menjadi sangat makmur dan sangat beruntung, karena harga tanah/properti yang dibeli 10 tahun lebih yang lalu harganya telah naik berkali lipat.
Lalu bagaimana dengan Franchise? Saya menemukan informasi mengenaifranchise di Internet. Kemudian setelah melakukan riset, ternyata ada majalah yang membahas detail mengenai Franchise. Dan bahkan ada beberapa buku yang menjelaskan secara detail di toko buku. Nah karena mudahnya mendapatkan informasi tertarget saat ini… maka saya memborong buku-buku dan majalah tersebut dan belajar banyak dari sana.
Saya juga sambil meneliti ada franchise apa saja di kota saya Denpasar, dan ternyata memang sudah BANYAK juga franchise yang masuk. Namun ada juga banyak franchise yang belum masuk. Yang artinya masih banyak peluang untuk berbisnis franchise di Denpasar Bali.
Tentu saja kedua bidang tadi, baik franchise maupun properti membutuhkan fokus, perhatian dan modal terutama waktu dan tenaga. Sementara saya, sudah fokus di bisnis online.
Namun demikian, karena banyak dan mudahnya mendapatkan informasi seperti dari “Beli Rumah” dan majalah serta buku-buku, serta nanya-nanya ke teman yang berpengalaman… maka saya sudah sedikit paham, dan kedepan, tentu saja saya akan membutuhkan properti untuk saya investasikan. Maklum kan sekarang masih tinggal sama ortu.
Mengenai Franchise, saya melihatnya sebagai bisnis yang BAGUS, karena system sudah disediakan, training diberikan, tinggal pandai-pandai memilih lokasi, karyawan, dan bidang serta jenis franchise yang akan dimasuki. Siapa tahu kedepan, dengan kelebihan dana dan waktu yang ada, karena mengandalkan system yang sudah jalan… saya juga akan membuka beberapa franchise di kota saya. Yang jelas, saya open mind saja dan belajar mengenai berbagai peluang itu. Terutama disaat uang dan waktu sudah mulai tidak menjadi masalah…
Bagaimana dengan Anda?





Franchise ini membutuhkan ,odal yang besar ya pak…
Wah…memang asyik juga sih bisnis franchise ini, yang terpenting memang modal. Karena biasanya semua sudah disediakan oleh pemilik merek dagang, kecuali modal. iya kan pak ..
siiip pak…. sebelum saya bekerja di instansi pemerintah,
Saya mau berbisnis franchise dan banyak meneliti tentang bisnis2 franchise,,,,saya tertarik dengan dengan bisnis franchise membuka bimbel(bimbingan belajar),,,karena bisnis ini pasti anak2 zaman sekarang belajar di bimbel selain disekolah…tapi memang investnya sangat besar waktu itu untuk 4 tahun beli frachisenya 100juta, dan bila ada orang yang masuk bimbel kita di potong berapa persen untuk pemilik franchisenya….belum akomodasi harus kita beli dulu serta tempatnya di survey oleh tim franchise jadi ga sembarang pilih tempat,,,jadi bila sudah ada ruko yg kurang strategis kayaknya ga bakal di setujui…..
Modal awal memang besar kalo di kalkulasi tahun 2007an itu berkisar 250an juta minimal baru jalan franchise bimbel itu,,,,
tapi setelah saya amati sekarang bimbel tersebut sangat maju di palembang,,,dan sangat profesional dengan banyak iklannya di harian post lokal…
mungkin bisnis ini bisa jadi rujukan bagi teman2 yang berkantong tebal…
sayangnya saya tidak ikut itu,,,,karena ya pak kadang kalo saya yg latar belakang ortu dari pegawai pemerintah jadinya saya juga ga terlalu tahan banting untuk benar2 bisnis ya ujungnya masih mengharapkan untuk bekerja di instansi pemerintah….mungkin nasib maka saya masih dapat bagian disana,,,tapi banyak juga yang tidak dapat bagian..
tapi saya optimis kok cari uang itu tidak harus bekerja di instansi pemerintah tapi franchise yang profesional pun bagus untuk bila di jadikan pegangan untuk mencari nafkah,,,malah bisnis online yang ditekuni dan di seriusi akan menghasilkan income maksimal untuk kita…
trims pak infonya
salam
fikri
Dafid dan Rumanti,
Thanks komentnya, Franchise memang menarik, untuk jangka menengah panjang, sebagai seorang pengusaha, hendaknya memang kita mengerti. Properti juga sama. Dari keduanya itu kita bisa melek finansial…terutama jika dana sudah melebih maka bisa diinvestasikan ke properti dan franchise juga. Franchise menawarkan kelebihan karena bisnis ini sudah terbukti jalan, sudah ada systemnya, dan diberikan training lengkap.
Kemungkinan berhasil menjalankan bisnis franchise lebih besar daripada bisnis sendiri apalagi jika baru pertama kali ingin bisnis.
Namun demikian harus pelan-pelan dan belajar juga, terutama memilih lokasi, mencari modal dan memilih franchise yang akan dijalankan.
properti memang investasi yang sangat menarik. Namun tetap saja tidak ada yang instant ya pak. Untuk memulai invest properti tentu juga harus belajar banyak dari buku2 yang ada atau mereka investor yang sudah sukses…
Kalau tidak, salah2 malah terjebaj liabilitas/ pinjaman…
Jadi terus belajar…lalu praktek/ aksi.
Saya juga telah memiliki dan membaca buku pak Joe “Property Cash Machine”, sangat menarik dan memotivasi sekali untuk terjun di Investasi properti. Namun saya merasa masih ada kendala krn masih kurang paham ttg kredit anggunan di bank seperti yg diterangkan di buku tsb. Khsusunya bagi kita yg belum pernah sama sekali berurusan dg bank.
Akhirnya…kayaknya ditunda dulu investasi propertinya, dan tetap fokus dulu di Bisnis Online.
Keep ACTION pak Kusuma..
modalnya brapa??